Edukasi Siaga Bencana: Mahasiswa Bina Desa FST 2026 Ajak Siswa SDN Podokoyo II Tanggap Longsor

Edukasi Siaga Bencana Longsor kepada Siswa SDN Podokoyo II

Penulis: F

Pasuruan – Tinggal di dataran tinggi lereng Pegunungan Bromo Tengger membuat warga Desa Podokoyo, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, harus hidup berdampingan dengan risiko bencana tanah longsor. Menyadari pentingnya kewaspadaan sejak dini, tim Bina Desa FST 2026 turun tangan memberikan edukasi sains dan mitigasi bencana kepada para siswa di SDN Podokoyo II.

Kegiatan yang berlangsung meriah pada Selasa (28/7/2026) ini dirancang khusus agar mudah dipahami oleh anak-anak. Edukasi dimulai tepat setelah para siswa menyelesaikan rutinitas senam pagi mereka.Untuk menghindari rasa bosan, panitia mengemas pembelajaran dengan cara yang menyenangkan. Sesi dibuka dengan permainan kartu interaktif sebagai bentuk pre-test untuk mengukur pemahaman awal siswa. Setelah itu, barulah materi inti tentang pengenalan bencana longsor, tindakan mitigasi, hingga langkah-langkah pascabencana disampaikan.

Sesi Foto Bersama

Fariel Nurdiyansyah, yang bertindak sebagai pemateri sains dalam kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa edukasi ini bertujuan untuk membekali anak-anak dengan keterampilan keselamatan diri.

“Supaya mereka mampu mengidentifikasi gejala longsor, tahu cara menyelamatkan diri, mengenali potensi longsor susulan, serta memahami bagaimana cara mencegah dan mengobati korban bencana,” jelas Fariel.

Pendekatan belajar sambil bermain ini terbukti sukses memikat antusiasme anak-anak. Sepanjang acara, suasana kelas terasa hidup dengan diskusi aktif antara siswa dan panitia pendamping. Keberhasilan ini juga tercermin dari sesi penulisan kesan pesan di akhir acara yang dilakukan setelah sesi post-test.

Tampak raut kepuasan dari para siswa, di mana salah satu dari mereka menuliskan kepolosannya di kertas kesan pesan:

“Aku suka angkat tangan dan main kartu nebak jawaban yang benar.”

Melalui program yang edukatif dan kondusif ini, Bina Desa FST 2026 berharap anak-anak SDN Podokoyo II tidak hanya sekadar tahu, tetapi juga siap dan mampu mempraktikkan langkah-langkah mitigasi dasar apabila sewaktu-waktu alam menunjukkan tanda terjadinya tanah longsor.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *