Tanamkan Literasi Finansial Sejak Dini, Siswa SDN Podokoyo II Ikuti Pengajaran Ekonomi Interaktif

Siswa SDN Podokoyo II mengikuti simulasi belanja pada kegiatan Pengajaran Ekonomi

Penulis: G

Pasuruan – Puluhan siswa kelas IV, V, dan VI SDN Podokoyo II mengikuti kegiatan Pengajaran Ekonomi yang diselenggarakan dalam rangkaian program Bina Desa BEM FST UNAIR 2026. Kegiatan ini bertujuan mengenalkan konsep dasar literasi keuangan kepada anak sejak usia dini melalui metode pembelajaran yang interaktif, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Dengan menggabungkan permainan, simulasi, serta diskusi, siswa diajak memahami pentingnya mengelola uang secara bijak sejak dini.Kegiatan diawali dengan senam pagi bersama dan ice breaking untuk membangun semangat peserta sebelum memasuki rangkaian pembelajaran. Suasana semakin meriah melalui permainan tebak gambar dan tantangan keseimbangan bolpoin yang memungkinkan setiap kelompok memperoleh uang mainan sebagai modal awal. Uang tersebut kemudian digunakan dalam simulasi belanja bebas di beberapa stan, yaitu stan sekolah, stan makanan, dan stan hiburan. Melalui aktivitas ini, siswa diberikan kebebasan menentukan barang yang ingin dibeli sehingga mereka dapat merasakan secara langsung proses mengambil keputusan dalam menggunakan uang.

Setelah seluruh kelompok menyelesaikan simulasi, masing-masing mempresentasikan hasil belanjanya di hadapan peserta lain. Dari hasil tersebut, pemateri mengajak siswa berdiskusi mengenai alasan dibalik setiap keputusan pembelian. Pengalaman yang diperoleh selama simulasi kemudian menjadi pengantar dalam penyampaian materi mengenai perbedaan kebutuhan dan keinginan, di mana siswa diajak memahami bahwa tidak semua barang yang diinginkan harus dibeli dan kebutuhan perlu diprioritaskan terlebih dahulu.

Materi dilanjutkan dengan pembahasan mengenai pentingnya menabung sebagai kebiasaan yang dapat membantu memenuhi kebutuhan di masa depan maupun menghadapi keadaan yang tidak terduga. Untuk memperkuat pemahaman, siswa mengikuti teka-teki ekonomi dan tantangan mengalokasikan uang ke dalam kategori kebutuhan, keinginan, dan tabungan. Metode belajar berbasis pengalaman ini membuat siswa tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga mempraktikkan secara langsung cara mengelola uang dengan bijak sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan mudah dipahami.

Antusiasme Siswa pada Pengajaran Ekonomi

“Kami ingin adik-adik tidak hanya mengetahui cara menggunakan uang, tetapi juga memahami pentingnya menentukan prioritas, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta membiasakan diri untuk menabung sejak dini. Harapannya, ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Grassy Rella Agustin, selaku pemateri Pengajaran Ekonomi Bina Desa BEM FST UNAIR 2026.

Melalui kegiatan Pengajaran Ekonomi ini, diharapkan siswa SDN Podokoyo II semakin memahami pentingnya literasi keuangan sejak usia dini. Dengan bekal tersebut, mereka diharapkan mampu tumbuh menjadi generasi yang lebih bijak dalam mengelola uang, mampu menentukan prioritas dalam memenuhi kebutuhan, serta membangun kebiasaan menabung sebagai langkah awal mewujudkan masa depan yang lebih baik. Antusiasme siswa selama mengikuti setiap rangkaian kegiatan menunjukkan bahwa pembelajaran ekonomi dapat disampaikan dengan cara yang menyenangkan sekaligus memberikan pengalaman yang berkesan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *