Physical Address
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Airlangga
Surabaya
Physical Address
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Airlangga
Surabaya

Kegiatan kunjungan industri ke PLTU Paiton oleh Teknik Lingkungan Universitas Airlangga
(Sumber: dokumentasi panitia)
Penulis: Abdullah K.
Probolinggo – Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Airlangga menyelenggarakan kegiatan Company Visit ke PLTU Paiton pada Rabu (17/6). Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada mahasiswa mengenai proses pembangkitan tenaga listrik, pengelolaan lingkungan, serta penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di sektor industri energi.
Kegiatan yang berlangsung selama satu hari tersebut menjadi salah satu upaya mahasiswa Teknik Lingkungan untuk memperluas wawasan akademik sekaligus memahami implementasi ilmu yang telah dipelajari di bangku perkuliahan. Melalui kunjungan ini, peserta memperoleh kesempatan untuk mengenal lebih dekat sistem operasional pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), mulai dari proses produksi energi hingga berbagai sistem pendukung yang menjamin operasional berjalan secara aman dan efisien.
Alden, mahasiswa Teknik Lingkungan Universitas Airlangga angkatan 2024 yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan, menjelaskan bahwa Company Visit ke PLTU Paiton dirancang sebagai sarana pembelajaran yang dapat mempertemukan mahasiswa dengan praktik nyata di dunia industri. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan mengenai proses pembangkitan tenaga listrik, tetapi juga memperkenalkan berbagai aspek penting yang mendukung operasional industri, seperti pengelolaan lingkungan, pengendalian pencemaran, dan penerapan keselamatan serta kesehatan kerja (K3). Ia menilai bahwa pengalaman belajar secara langsung di lapangan mampu memberikan pemahaman yang lebih komprehensif dibandingkan hanya mempelajari materi melalui perkuliahan maupun sumber informasi daring.
Mengenal Sistem Pembangkitan Listrik dari Dekat
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi pemaparan materi yang disampaikan oleh pihak PLTU Paiton. Dalam sesi tersebut, peserta mendapatkan penjelasan mengenai profil perusahaan, proses pembangkitan listrik, serta peran PLTU dalam memenuhi kebutuhan energi nasional. Materi yang diberikan membantu mahasiswa memahami bagaimana batu bara dimanfaatkan sebagai sumber energi untuk menghasilkan listrik yang kemudian disalurkan ke berbagai wilayah melalui jaringan distribusi.
Selain membahas proses pembangkitan listrik, pihak perusahaan juga menjelaskan berbagai sistem pendukung yang berperan dalam menjaga efisiensi dan keamanan operasional pembangkit. Penjelasan tersebut memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kompleksitas sistem kerja di industri pembangkitan energi yang melibatkan berbagai unit operasional yang saling terintegrasi.
Untuk membantu peserta memahami proses operasional secara lebih menyeluruh, pihak PLTU Paiton turut menampilkan video profil perusahaan dan proses pembangkitan listrik. Penyampaian materi yang sistematis dan komunikatif membuat mahasiswa lebih mudah memahami konsep-konsep yang sebelumnya hanya dipelajari melalui teori di ruang kelas.
Menurut Alden, sesi pemaparan materi menjadi bagian yang sangat penting karena memberikan dasar pemahaman sebelum peserta melakukan observasi langsung ke area industri. Dengan bekal informasi tersebut, mahasiswa dapat lebih memahami fungsi berbagai fasilitas yang mereka lihat selama kegiatan berlangsung.
Site Visit Menjadi Pengalaman yang Berkesan
Salah satu agenda yang paling dinantikan peserta adalah site visit atau kunjungan lapangan ke area industri. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berkesempatan mengamati secara langsung lingkungan kerja serta berbagai fasilitas yang digunakan dalam operasional PLTU Paiton.
Bagi banyak peserta, pengalaman melihat langsung area industri memberikan perspektif baru mengenai dunia kerja yang sesungguhnya. Selama ini, berbagai proses pembangkitan listrik hanya dipelajari melalui buku, jurnal, maupun materi kuliah. Namun melalui site visit, mahasiswa dapat melihat bagaimana teori tersebut diterapkan dalam kondisi nyata di lapangan.
Selain memberikan wawasan teknis, kunjungan lapangan juga memperlihatkan bagaimana perusahaan mengelola fasilitas operasional dalam skala besar. Lingkungan kerja yang tertata dengan baik serta fasilitas yang lengkap menunjukkan profesionalisme perusahaan dalam menjalankan kegiatan operasionalnya.
Menurut Alden, pengalaman tersebut menjadi salah satu bagian yang paling berkesan dari keseluruhan rangkaian kegiatan. Kesempatan untuk mengamati langsung lingkungan industri memberikan pemahaman yang lebih nyata mengenai sistem kerja pembangkit listrik dibandingkan hanya mempelajarinya melalui sumber informasi lain.
Teknologi Pengendalian Lingkungan Menjadi Sorotan
Sebagai mahasiswa Teknik Lingkungan, perhatian peserta tidak hanya tertuju pada proses produksi energi, tetapi juga pada upaya perusahaan dalam mengelola dampak lingkungan yang dihasilkan dari kegiatan operasionalnya. Oleh karena itu, aspek pengendalian pencemaran dan pengelolaan limbah menjadi salah satu topik yang paling menarik selama kunjungan berlangsung.
Salah satu teknologi yang menarik perhatian peserta adalah sistem pengendalian emisi yang digunakan untuk mengurangi pencemaran udara akibat proses pembakaran batu bara. Teknologi tersebut menjadi bukti bahwa industri energi terus berupaya mengurangi dampak lingkungan melalui penerapan inovasi dan teknologi yang lebih baik.
Selain itu, mahasiswa juga memperoleh informasi mengenai sistem pengelolaan limbah yang diterapkan perusahaan sesuai dengan regulasi yang berlaku. Berbagai upaya tersebut menunjukkan bahwa aspek lingkungan menjadi bagian penting yang tidak dapat dipisahkan dari kegiatan operasional industri modern.
Menurut Alden, penerapan teknologi pengendalian emisi dan pengelolaan limbah yang baik menunjukkan adanya komitmen perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Ia menilai bahwa praktik tersebut dapat menjadi contoh bagi berbagai sektor industri lainnya dalam menjalankan operasional yang lebih berkelanjutan.
Penerapan K3 yang Menjadi Pembelajaran Penting
Selain pengelolaan lingkungan, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) juga menjadi perhatian utama selama kegiatan berlangsung. Sebelum memasuki area industri, peserta terlebih dahulu mendapatkan pengarahan mengenai prosedur keselamatan yang harus dipatuhi selama kunjungan.
Penggunaan alat pelindung diri (APD), aturan keselamatan yang jelas, serta pengawasan yang ketat menunjukkan bahwa budaya keselamatan telah menjadi bagian penting dalam operasional perusahaan. Mahasiswa dapat melihat secara langsung bagaimana prosedur keselamatan diterapkan untuk meminimalkan risiko dan menjaga keamanan seluruh pihak yang berada di area kerja.
Pengalaman tersebut memberikan pemahaman bahwa keberhasilan suatu industri tidak hanya ditentukan oleh kemampuan produksinya, tetapi juga oleh kemampuannya dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan sehat. Bagi mahasiswa Teknik Lingkungan, penerapan K3 menjadi salah satu pembelajaran penting yang akan sangat relevan ketika memasuki dunia kerja di masa mendatang.
Menyiapkan Mahasiswa Menghadapi Dunia Profesional
Kegiatan Company Visit ke PLTU Paiton tidak hanya memberikan tambahan wawasan akademik, tetapi juga membantu mahasiswa memahami berbagai peluang karier yang dapat ditempuh oleh lulusan Teknik Lingkungan. Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh gambaran mengenai peran tenaga profesional lingkungan dalam mendukung operasional industri yang berkelanjutan.
Berbagai bidang seperti pengelolaan lingkungan, pengendalian pencemaran, audit lingkungan, kepatuhan terhadap regulasi, hingga keselamatan dan kesehatan kerja menjadi beberapa contoh ruang kontribusi yang dapat diisi oleh lulusan Teknik Lingkungan. Pemahaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional yang semakin dinamis.
Alden berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan di masa mendatang dengan melibatkan lebih banyak sektor industri. Menurutnya, pengalaman belajar secara langsung di lapangan merupakan salah satu cara terbaik untuk membantu mahasiswa memahami tantangan nyata yang dihadapi dunia kerja sekaligus memperluas wawasan mengenai penerapan ilmu yang dipelajari selama perkuliahan.
Melalui Company Visit ke PLTU Paiton, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai teknologi pembangkitan listrik, tetapi juga memahami pentingnya keseimbangan antara kebutuhan energi, pengelolaan lingkungan, dan keselamatan kerja. Pengalaman tersebut menjadi bukti bahwa proses pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, melainkan juga melalui interaksi langsung dengan dunia industri yang akan menjadi bagian dari perjalanan profesional mereka di masa depan.