Physical Address
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Airlangga
Surabaya
Physical Address
Fakultas Sains dan Teknologi
Universitas Airlangga
Surabaya

Pengajaran Pemilahan Sampah di SDN Podokoyo II
(Sumber: Dokumentasi Panitia)
Penulis: KA
Pasuruan – Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga sukses menggelar pengajaran lingkungan melalui Bina Desa FST 2026 pada Selasa, 21 Juli 2026. Program pembelajaran yang berorientasi pada edukasi lingkungan dan pengolahan sampah menyasar siswa-siswi kelas 1 hingga kelas 6 SDN Podokoyo II, Desa Podokoyo, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran kepada anak-anak terkait pentingnya mengenal sampah hingga dampaknya terhadap lingkungan sekitar.
Lingkungan menjadi salah satu aspek utama yang semestinya mulai diajarkan kepada pelajar dasar. Pemaparan materi ditunjang dengan penayangan video interaktif dan praktik berkelompok yang diharapkan mampu menjadi pemantik dalam pemilahan kedua jenis sampah yang berbeda, antara organik dan anorganik.
Tidak berhenti di sana, kegiatan pengajaran lingkungan juga memberikan pelatihan terkait pengolahan sampah plastik yang disulap menjadi ecobrick. Para murid mempraktikkan pemadatan sampah kemasan yang telah dipotong dengan ukuran kecil ke dalam botol plastik. Ecobrick dirangkai menjadi pot bunga kreatif yang direkatkan secara melingkar mengikuti ukuran pot. Produk ini menjadi langkah aktif dalam mendaur ulang sampah kemasan menjadi wadah tanaman yang bernilai estetik.

Pembuatan Ecobrick menjadi Pot Bunga Kreatif
(Sumber: Dokumentasi Panitia)
Ricky, salah satu panitia Bina Desa FST 2026 menuturkan bahwa pengajaran lingkungan berkaitan erat dengan keberlanjutan (sustainability). “Pembelajaran ini juga mendukung keberlanjutan karena anak-anak bisa menjadi agen perubahan yang menularkan kepedulian lingkungan ke keluarga dan teman sebaya sehingga ekosistem lebih terjaga untuk masa depan”, jelasnya.
Kegiatan ini dipilih agar anak-anak mampu melatih kepedulian dan tanggung jawab terhadap ruang hidup bersama. Selain itu, diharapkan pula dapat menciptakan pemikiran dalam diri tiap individu untuk mengetahui pentingnya mengelola sampah meskipun dalam skala kecil.