Kolaborasi untuk Desa Berdaya, Bina Desa FST UNAIR 2026 Resmi Digelar di Podokoyo

(Sumber: Dokumentasi Panitia)

Penulis: Florecita
PASURUAN – Upaya memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat kembali diwujudkan melalui program Bina Desa FST UNAIR 2026. Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga (FST UNAIR) resmi memulai kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Podokoyo, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, pada Senin (20/7/2026). Selama sepuluh hari ke depan, mahasiswa akan menjalankan berbagai program pemberdayaan yang dirancang sesuai dengan kebutuhan masyarakat desa.

Pembukaan kegiatan berlangsung di Balai Desa Podokoyo dan diresmikan langsung oleh Kepala Desa Podokoyo, Edi Priyanto. Acara tersebut dihadiri oleh sekitar 30 peserta yang terdiri atas perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga setempat. Sebagai simbol dimulainya Bina Desa FST UNAIR 2026, dilakukan prosesi pemotongan tumpeng yang dilanjutkan dengan penyematan sarung khas masyarakat Podokoyo kepada perwakilan mahasiswa.

Mengusung tema “Sinergi Saintis Muda, Wujudkan Desa Berdaya”, Bina Desa FST UNAIR 2026 menghadirkan empat program utama yang akan dilaksanakan hingga 29 Juli 2026. Program tersebut meliputi Workshop Mini Trash Compactor sebagai upaya pengelolaan sampah anorganik, Pengajaran Sains, Lingkungan, dan Kesehatan melalui pembelajaran interaktif bagi siswa, Medical Check Up berupa pemeriksaan kesehatan gratis beserta konsultasi medis dasar bagi masyarakat, serta Sosialisasi Perkebunan yang diselaraskan dengan demonstrasi pembuatan pupuk organik cair Ecovantion berbahan limbah bawang merah dan air cucian beras.

Sesi Foto Bersama dalam Pembukaan Program Bina Desa FST 2026
(Sumber: Dokumentasi Panitia)

Tidak hanya menjadi seremoni pembukaan, kegiatan tersebut juga menjadi ruang dialog antara mahasiswa dan masyarakat. Warga menyampaikan berbagai masukan serta harapan terhadap program-program yang akan dijalankan sehingga pelaksanaannya dapat memberikan manfaat yang sesuai dengan kondisi Desa Podokoyo.

Ketua Pelaksana Bina Desa FST UNAIR 2026 menyampaikan bahwa seluruh program dirancang agar tidak berhenti sebagai kegiatan pengabdian jangka pendek, melainkan mampu memberikan dampak yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Kami berharap setiap program yang kami laksanakan dapat menjadi langkah awal bagi masyarakat untuk terus mengembangkan potensi desa secara mandiri sehingga manfaatnya tetap dirasakan meskipun rangkaian Bina Desa FST UNAIR 2026 telah berakhir,” ujarnya.

Melalui sinergi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat, Bina Desa FST UNAIR 2026 diharapkan mampu menjadi salah satu wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan desa yang mandiri, inovatif, dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *